Posts from the ‘wisata alam’ Category

Panderman

Bagi Anda yang suka hiking? Jalan – jalan menelusuri alam, naik gunung, dan melakukan aktivitas outbond? Bukit Panderman lah yang cocok untuk Anda bila Anda sedang ingin melakukan hal demikian di Malang. Nama Panderman diambil dari petinggi Belanda, Van der Mann, yang dulu pernah tinggal di kawasan Batu, Malang. Akses nya cukup mudah bagi Anda yang belum mengenal atau hafal jalan di Kota Batu ini. Anda bisa naik bus jurusan Jombang – Kediri dari Terminal Landung Sari, Malang. Lalu katakan kepada kernet Anda akan turun di daerah yang disebut Srebet (Batu). Sebenarnya bus itu akan berhenti mangkal di Taman Makan Pahlawan Kota Batu (TMP Batu). Anda juga bisa turun di sana dan meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.

ini dia bukit Panderman

Tentu saja Anda perlu membawa peralatan kemah bila Anda merencanakan untuk tidak menginap di penginapan. Takut nyasar? Tidak perlu cemas, banyak warga setempat yang siap memberi petunjuk kepada Anda untuk mencapai puncak bukit Panderman ini. Malahan, dalam perjalanan Anda di sana, Anda akan sering menemui orang – orang lokal yang bekerja sebagai petani.

bunga mawar yang tumbuh di sana

suasana kalo camping

Jika sudah sampai, Anda bisa membangun tenda, dan mulai menghangatkan badan. Lalu Anda bisa menikmati keindahan pemandangan pada siang dan malam hari. Sekedar saran, jika Anda berkunjung ke sana pada waktu musim hujan, menginaplah di penginapan, karena jika Anda tetap menginap di dalam tenda yang Anda bangun kelembaban tanah akan sangat menyulitkan Anda. Lalu bawa lah pakaian hangat, dan lotion anti nyamuk bila Anda menginap tidak di penginapan.

view kalo pagi

view malam hari

Penasaran bukan? Sangat menyenangkan bagi Anda yang menyukai aktivitas outbond. So tunggu apa lagi. Sudah menyenangkan, berkesan, gratis lagi (kalo tidak menginap di penginapan sih gratis). Selamat bersenang – senang. 🙂

sumber  :    http://www.google.co.id/images?q=panderman&um=1&hl=id&tbs=isch:1&sa=N&start=18&ndsp=18

Kebun teh Wonosari

Kebun teh Wonosari merupakan kebun teh pertama yang dikonsep menjadi wisata kebun. Ide ini muncul dari almahrum Ir Drs Soebiarto MM, mantan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Direksi PTPN XII pada Tahun 1998.

Lokasi kebun teh Wonosari ini terletak kurang lebih 30 km arah utara kota Malang, dari Kecamatan Lawang, tepatnya di kaki Gunung Arjuno. Akses ke tempat ini cukup mudah. Jika tidak membawa kendaraan pribadi Anda bisa menggunakan angkutan umum dari kota Malang ke arah Surabaya. Jika sampai di terminal Lawang, Anda harus oper ke angkutan yang khusus menuju Wonosari. Selain ada angkutan khusus, ada juga mobil carteran, biasanya tarif yang dikenakan untuk sekali jalan adalah Rp 25.000,00.

Setelah sampai dan mulai memasuki kawasan ini, kesegaran udara akan terasa sekali. Harga tiket masuk nya 5ribu rupiah per orang dan biaya parkir nya 2500 rupiah. Dengan membayar sekian, Anda sudah bisa menikmati keindahan dan kekayaan alam di tempat ini. Tak heran sangat banyak wisatawan yang datang ke tempat ini, termasuk banyak orang Belanda dan wisatawan asing lainnya yang datang dan tinggal cukup lama di sini. Selain melalukan tea walk, para wisatawan asing lebih mengutamakan untuk mengunjungi pabrik teh yang di bangun pada zaman Belanda. Kadang mereka minum teh langsung dari pabriknya dan membawa pulang teh olahan dari Wonosari.

Banyak juga klub klub komunitas Hash House Harrier yang rutin datang untuk melakukan tea walk di kebun teh, dan mereka ini kadang menjadikan kebun teh ini sebagai tempat kegiatan rutin komunitasnya. Selain itu sejumlah sekolah dan universitas di Jawa Timur seringkali mengadakan kegiatan di tempat ini dan juga dijadikan sebagai arena camping dan kegiatan olahraga lainnya. Kadangkala banyak juga pendaki yang melakukan pendakian ke Gunung Arjuno, di sisi barat kebun yang berjarak sekitar 25 kilometer.

Keindahan alam di kawasan ini memang sangat menggoda siapa pun untuk menjelajahi seluruh kawasan. Banyak wisatawan baik lokal maupun asing tidak puas hanya sehari untuk menjelajahi kawasan ini. Ada yang sampai satu minggu tinggal disini.Karena selain menjual keindahan alam, agrowisata kebun teh Wonosari ini juga menyediakan berbagai fasilitas wisata seperti pemandian, hotel, dan pabrik teh.

Anda tertarik untuk mengunjungi nya? Silakan dicoba.

sumber : http://navigasi.net/goart.php?a=ffwnsari

http://www.google.co.id/images?um=1&hl=id&q=kebun%20teh%20wonosari&ie=UTF-8&source=og&sa=N&tab=wi

Bromo

Brrr…Dingin.. Itulah yang akan Anda rasakan ketika Anda turun dari mobil. Ya, suhu di Gunung Bromo sangat dingin, yakni mencapai 10 sampai 0 derajat Celsius di pagi hari. Bahkan menurut beberapa orang, suhu di Gunung Bromo ini pernah mencapai angka minus. Karena itu Anda perlu mempersiapkan perlengkapan penghangat untuk mengatasinya. Jika Anda lupa mempersiapkannya, tenang saja. Ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangan mereka berupa pakaian hangat yang Anda perlukan.

Kawasan ini biasanya dikunjungi pada dini hari dengan tujuan untuk melihat terbitnya matahari. Untuk bisa melihatnya, Anda harus melewati berbagai rintangan. Medan yang akan Anda hadapi merupakan medan yang tergolong berat, yakni jalan berupa gurun yang bisa saja membuat Anda tersesat. Lalu ada juga jalan sempit dan banyak tikungan yang membutuhkan keterampilan Anda dalam meyetir. Karena itu, biasanya pengunjung yang datang lebih memilih untuk menyewa mobil hardtop (sejenis jeep), yang akan dikemudikan oleh masyarakat sekitar.

Ketika sampai di atas, Anda akan disambut dengan banyaknya warung yang menyediakan minuman hangat (kopi atau teh) dan juga api unggun agar badan terasa lebih hangat. Ada juga toko yang menjual pakaian hangat seandainya Anda merasa kurang.

Peristiwa sunrise ini memang sangat menarik. Buktinya para pengunjung rela menunggu sampai jam 5 pagi untuk menyaksikan momen langka itu. Lagipula belum tentu setiap saat Anda ke Bromo bisa melihat momen ini. Ketika langit berawan, matahari yang terbit tidak akan terlihat begitu jelas. Namun, jika langit cerah, matahari yang terbit itu akan terlihat pertama – tama kecil dan lama – lama akan semakin besar dan membentuk bulatan utuh, dan bisa memberi penerangan agar bisa melihat pemandangan gunung – gunung yang lain, seperti Gunung Bromo, Gunung Batok, atau juga Gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

sunrise

Setelah selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju kaki Gunung Bromo. Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,00 atau bisa saja berjalan kaki bila Anda merasa kuat. Namun berjalan kaki bukanlah hal yang karena sinar matahari yang menyengat, jarak yang jauh, dan juga banyak debu yang bisa membuat sesak.

Lalu, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Ketika sampai di Gunung Bromo, yang tingginya sekitar 2392 m dari permukaan laut, Anda bisa melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan banyak asap. Anda juga dapat memandang ke bawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah – tengahnya. Sayang sekali bila Anda melewatkan momen indah dengan pemandangan yang sangat langka dan luar biasa istimewa yang dapat Anda nikmati. Selamat berkunjung. Semoga bermanfaat. 🙂

sumber : http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/95-gunung-bromo.html

http://www.google.co.id/images?um=1&hl=id&tbs=isch%3A1&sa=1&q=bromo&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=

Coban Rondo

Coban Rondo merupakan salah satu obyek wisata terbaik di Kota Malang. Konon, beberapa orang masih percaya bahwa Coban Rondo adalah tempat keramat yang menyimpan berbagai misteri. Namun dibalik semua itu, Coban Rondo adalah tempat wisata alam yang dikelola secara profesional oleh pemerintah setempat, sehingga sampai sekarang Coban Rondo tetap menjadi pilihan obyek wisata favorit bagi pecinta alam.

Coban rondo selain sebagai icon air terjun Kota Malang ternyata juga menyimpan banyak sarana wisata lain seperti tempat berkemah, outbond, ngopi, sungai dan lain sebagainya. Bisa dikatakan wanawisata ini adalah sebuah tempat wisata yang menyajikan berbagai macam alternatif pilihan berwisata.

camping yukk

Lokasi tempat wisata ini berada di kota malang, tepatnya di atas wisata payung sebelum Pujon, Batu. Mudah sekali menjangkaunya jika anda mengendarai sepeda motor tidak perlu susah – susah dari wisata payung pasti anda akan dipandu banyak rambu untuk sampai ke air terjun indah ini. Dan pastinya ada tempat parkir yang nyaman sekali. Jika anda naik angkutan umum maka anda bisa menjangkaunya melalui terminal Landung Sari Malang naik bus jurusan Kediri/ Jombang atau naik angkutan Malang – Batu, juga dari Landung Sari. Sangat mudah bukan?

pelangi di Coban Rondo

Bagi yang belum pernah ke sana rasa nya sayang banget melewatkan suasana alam yang baguuuuss banget. Kalau penasaran, langsung aja ke sana. Pasti menyenangkan. 🙂

sumber : http://malangrayaonline.blogspot.com/

http://www.google.co.id/images?q=coban+rondo&um=1&hl=id&tbs=isch:1&sa=N&start=18&ndsp=18

Balekambang

hmm..mungkin tempat ini sudah kurang populer di kalangan wisatawan. Bisa saja karena tempatnya yang sangat jauuuuhhh dari pusat Kota Malang bisa juga karena berjalannya waktu. Namun menurut kami, tempat ini masih sangat recommended untuk dijadikan obyek wisata.

And, yep.. Pantai Balekambang terletak di Kecamatan Bantur ± 65 km, sebelah selatan kota Malang. Pantai ini dapat dicapai melalui Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Bantur, dilanjutkan ke Desa Srigonco. Perjalanan ini dapat pula dicapai melalui Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Pagak belok ke kiri ke arah KecamatanBantur. Pantai Balekambang ini cukup menawan.

Wisata pantai Balekambang dikelola oleh Pemkab malang yang menjamin fasilitas dan informasi seputar pantai termasuk area aman dan berbahaya, termasuk penjaga pantainya. Untuk masuk tempat wisata ini anda akan dikenakan biaya masuk 8 ribu rupiah. Didalamnya banyak tersedia fasilitas yang cukup baik, antara lain tempat parkir yang luas, penginapan, villa, warung warung yang selalu ramai menyediakan makanan, beserta wisata pantai tentunya. akan tetapi jika anda ingin wisata menyelam, anda bisa nerjalan menuju wisata yang tidak jauh dari wisata bale kambang yaitu kondang merak, yang terletak di sebelah barat balekambang, disana menyediakan fasilitas menyelam. Pantai landai ini dipenuhi dengan karang laut, yang membentang sepanjang 2 km dengan lebar 200 meter ke arah laut, sewaktu air laut surut tampak di atas air dan disela-selanya disela-selanya ta satwa laut lain yang beraneka ragam.

Di lepas pantai nampak tiga buah pulau berjajar ke arah barat, Pulau Ismoyo, pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni. Pulau Ismoyo berdiri megah sebuah Pura, tempat tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan setapak dengan lebar 1,5 meter. Pada bulan Suro, Pantai Balekambang cukup ramai di datangi wisataman baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ada acara yang khusus di Pantai Balekambang ini yaitu Upacara Surohan (Suro’an) dan Upacara Jalanidhi Puja.

Perjalanan mencapai pantai ini paling dekat ditempuh dari kota malang, bisa dengan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Untuk kendaraan pribadi bisa menyingkat waktu tempuh hingga 2 jam dari kota malang, angkutan umum lama karena jarang angkutan umum yang ada disini sehingga menunggu angkutan bisa mencapai 1 jam lebih. Rute perjalanan adalah dari malang ke Terminal Gadang, Bantur terus ke Balekambang, lumayan oper 3 kali. Selamat memiliki perjalanan menyenangkan. 🙂

sumber : http://students.ukdw.ac.id/~22012688/Balekambang.htm

http://malangrayaonline.blogspot.com/

http://www.google.co.id/images?um=1&hl=id&tbs=isch%3A1&sa=1&q=balekambang+malang&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=